Set Fire To The Rain (Adele)

Sabtu, 17 Oktober 2009

JAGAT RAYA DAN TATA SURYA

JAGAT RAYA DAN TATA SURYA

1. JAGAT RAYA
Jagat raya adalah alam semesta yang sangat luas (tidak terukur), mencangkup benda-benda angkasa, beribu-ribu kabut gas atau nebula. Setelah melalui proses jutaan tahun, kabut gas tersebut kemudian menjadi gugusan bintang-bintang yang disebut galaksi.
Galaksi adalah kumpulan dari kabut, bintang, planet, gas, debu dan benda langit lain yang membentuk pulau-pulau di dalam ruang hampa jagat raya. Ciri-ciri galaksi antara lain adalah memiliki cahaya sendiri, jarak antar galaksi jutaan tahun cahaya dan memiliki bentuk-bentuk tertentu.
Macam-macam galaksi yang sudah diketahui oleh manusia, antara lain Galaksi Bima Sakti (tempat bumi berada), Galaksi Magellan, Galaksi Andromeda, Galaksi Ursa Mayor, Galaksi Silvery, Galaksi Trianggulum, dan Galaksi Whirlpool.
a. Teori Terjadinya Jakat Raya
1. Teori jagat raya mengembang atau galaksi-galaksi saling menjauh
teori ini dikemukakan oleh Hubble berdasarkan penelitiannya mengenai kecepatan galaksi dengan menggunakan efek Doppler. Efek Doppler adalah fenomena yang dialami, bila sumber gelombang, seperti, cahaya atau suatu gerak terhadap pengamat dan pendengar.
2) Teori ledakan besar
Diperkirakan dahulu galaksi-galaksi dalam jagat raya berasal dari massa tunggal. Galaksi memiliki suhu dan energi yang sangat besar, sehingga hanya ledakan besarlah yang dapat menghancurkan massa tunggal tersebut menjadi serpihan-serpihan sebagai awal jagat raya.
3) Teori keadaan tetap (steady state)
Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle. Menurutnya, materi baru berupa hidrogen diciptakan setiap saat untuk mengisi ruang yang kosong yang timbul dari pengembangan jagat raya sehingga jagat raya dan akan tetap selalu tampak sama.
Seiring munculnya teori-teori diatas, muncul anggapan-anggapan mengenai jagat raya antara lain:
1) Antroposentris
Dalam antroposentris dinyatakan bahwa manusia adalah pusat segala-galanya. Anggapan antroposentris dimulai sejak manusia primitif yang beranggapan bahwa bumi, matahari, bulan, dan bintang adalah serupa dengan hewan tumbuhan dan manusia. Kemudian berkembang sehingga dikatakan bahwa semesta itu merupakan kubah dengan bumi sebagai langitnya sedangkan benda-benda seperti bulan, matahari dan bintang-bintang menempel pada langitnya.
2) Geosentris
Dalam geosentris dinyatakan bahwa bumi adalah pusat segalanya atau pusat alam semesta. Semua benda-benda langit mengelilingi bumi dan semua kekuatan berpusat di bumi. Anggapan ini didukung oleh beberapa toknh antara lain: Socrates, Plato, Aristoteles, Tales, Aniximander dan Pytagoras.
3) Heliosentris
Anggapan ini menyatakan bahwa pusat jagat raya adalah matahari. Sekaligus merevolusi teori geosentris. Pendapat ini didukung: Nicolaus Copernius, Claudius Ptolomeus, Bruno, Johanes Kepler, Galileo dan Isaac Newton.

2. TATA SURYA
Tata surya merupakan suatu sistem yang terbentuk dari matahari dan planet-planet yang mengelilinginya. Pada mulanya diketahui planet di tata surya ada sembilan planet. Kemudian pada tahun 2003, teleskop luar angkasa Spitzer berhasil merekam satu planet lagi yaitu Sedna, sehingga jumlahnya menjadi sepuluh. Pada tahun 2006, para ilmuan menyatakan bahwa Pluto bukan sebuah planet. Pendapat ini didasarkan pada sifat-sifat Pluto yang berbeda dengan sifat-sifat dan ciri planet yang lain.
A. Pembagian planet
1) Planet dalam, terdiri dari Merkurius dan Venus. Planet dalam berada di antara bumi dan matahari.
2) Planet luar, terdiri dari Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Sedna
b. Ciri-ciri dan sifat planet
1) Planet tidak memiliki cahaya sendiri, tetapi hanya memantulkan cahaya matahari
2) Planet tidak berkelip, tetapi berkilau terang
3) Lintasan planet berbentuk elips
4) Planet beredar mengelilingi matahari dengan arah yang sama
5) Kebanyakan planet memiliki satelit pengiring atau bulan
c. Teori-teori terbentuknya tata surya
1) Teori kabut (Nebula)
Teori ini dikemukakan oleh Immanuel Kant dan Pierre Simon de Laplace. Kant berpendapat bahwa dulu di jagat raya terdapat gumpalan kabut besar yang berputar perlahan-lahan. Lama kelamaan bagian tengah kabut berubah menjadi gumpalan gas yang kemudian berubah menjadi matahari. Bagian kabut di sekitarnya menjadi planet dan satelitnya.
Laplace berpendapat bahwa tata surya berasal dari kabut panas yang terpilin, kemudian mengecil, membentuk bola yang memepet pada kutubnya. Kemudian sisa gas di ekuator menjauh dari intinya dan membentuk gelang-gelang. Semakin lama gelang-gelang tersebut berubah menjadi gumpalan-gumpalan yang selanjutnya disebut planet dan satelit.
2) Teori Planetesimal
Teori ini dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin dan R Moulton. Planetesimal berarti planet kecil. Menurut teori ini, matahari telah ada sebagai salah satu dari bintang yang banyak. Pada masa ada satu bintang lain yang berpapasan dengan matahari pada jarak yang tidak terlalu jauh. Akibatnya terjadi pasang naik pada permukaan matahari pada permukaan matahari matahari maupun bintang. Sebagian massa dari matahari tertarik ke arah bintang. Pada waktu bintang menjauh, sebagian massa matahari jatuh kembali kepermukaan matahari dan sebagian lagi berhambur keruang angkasa disekitar matahari yang lalu menjadi planet-planet yang beredar pada orbitnya. Inilah yang dinamakan planetisimal.
3) Teori awan debu
Teori ini dikemukakan oleh Carl Von Weizsaecer dan disempurnakan oleh Gerald P. Kuiper. Menurut teori ini, tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Salah satu gumpalan awan tersebut mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan tersebut, partikel-partikel debu tertarik kebagian pusat awan, membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin. Gumpalan gas yang mulai berpili tersebut lama-kelamaan memipih menyerupai bentuk cakram. Partikel-partikel di bagian tengah cakram itu kemudian saling menekan, sehingga menimbulkan panas dan menjadi pijar. Bagian inilah yang kemudian menjadi matahari.
4) Teori Bintang Kembar (twin star)
Teori ini dikemukakan oleh R.A Lyttleton. Ia mengemukakan bahwa matahari berasal dari suatu bintang kembar dimana dua bintang itu mengelilingi suatu pusat gravitari. Sebuah bintang lewat mendekati salah satu matahari ini, terus menghancurkan dan mengubahnya menjadi masa gas besar yang berputar-putar. Bintang yang bertahan akan menjadi matahari, sedangkan sisa benturan berubah dan berkembang menjadi planet-planet.
5) Teori ledakan besar (bigbang)
Teori ini dikemukakan oleh Alan Guth. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta terbentuk dari ledakan gas panas besar. Ledakan terjadi sekitar 10-20 milyar tahun yang lalu dengan memuntahkan segala sesuatu ke alam semesta. Saat mengembang alam semesta menjadi dingin sehingga berbagai jenis atom, galaksi, bintang, dan planet terbentuk. Alam terus mengembang dan galaksi saling melepaskan diri seperti noda-noda pada balon yang mengembang. Terjadinya bigbang dapat diketahui dengan mengukur jarak dan kecepatannya. Galaksi yang saling menjauh inilah yang menjadi dasar pengukuran bagi para astronomi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar